r (1743-1794) merupakan kimiawan Perancis yang telah melakukan berbagai eksperimen yang angat mendasar bagi ilmu kimia. Temuan yang paling penting adalah teori tentang pembakaran yang menggeser teori plogiston.
Diawal abad XVIII, ilmuan percaya bahwa zat yang dapat terbakar mengandung apa yang disebut plogiston. Ketika suatu zat terbakar, plogistonya dilepas ke udara. Proses terbakar akan berhenti jika plogistonnya telah dilepas habis atau udara tidak dapat lagi menyerap plogistonnya. Sesuai dengan teori ini, maka zat terbakar akan berkurang masanya. Akan tetapi, ilmuwan mengamati bahwa bebrapa zat justru bertambah massanya jika dibakar. Pada masa itu, ilmuwan belum begitu paham benar tentang pengertian massa. Malahan, sebagian dari mereka menganggap bahwa plogiston dapat bermaa negatif. Meskipun teori plogiston tampak tidak masuk akal pada masa sekarang, namun selama lebih dari satu abad, ilmuwan meyakininya. Hal ini dapat dipahami mengingat pengetahuan kimia pada masa itu memang masih sangat sederhana, begitu juga cara pengembangannya.
Pada tahun 1774, Joseph Priestly, ilmuwan Inggris, menemukan oksigen. Priestly menemukan bahwa oksigen terbentuk pada pemanasan oksida merkuru. Dia menanamakan gas itu sebagai dephlogisticated air karena dia menemukan bahwa suatu zat akan terbakar lebih baik dalam gas tersebut daripada udara. Dia menamai demikian karena beranggapan bahwa gas tersebut lebih mampu menyerap plogiston daripada udara. Hal itu juga berarti bahwa gas tersebut mengandung lebih sediit plogiston daripada udara. Di akhir tahun, Priestly menceritakn gas tersebut pada Lavoisier dan menyatakan bahwa gas tersebut merupakan bagian dari udara ( pada masa itu ilmuwan menganggapa udara sebagai satu komponen tungga ). Informasi itu memnbantu Lavoisier mengembangkan teori pembakaran.
Pada tahun 1777, Lavoisier menyatakan ide baru tentang udara. Udara terdiri dari 2 jenis gas, salah satunya bereaksi dan bergabung denga zat yang terbakar. Hai itu menjelaskan mengapa zat yang terbakar massanya bertambah dan mengapa sebagian dari udara terpakai. Dia menunjukan bahwa gas yang digunakan untuk pembakaran adalah gas yang oleh Priestly dinamai dephlogisticated air. Lavoisier kemudian memberi nama oksigen untuk gas itu. Tahun 1790, ilmuwan menerima ide Lavoisier tersebut dan menolak teori plogiston, meskipun Priestly tidak.
Beberapa Penemuan Lain dari Lavoisier
Para filsuf Yunani bahwa segala sesuatu terbentuk dari 4 unsu, yaitu udara, tanah, api, dan air. Pendapat itu tidak berubah sampai kira-kira 2.000 tahun hingga Robert Boyle mempertanyakannya dengan mengatakan bahwa keempay zat tersebut tidak mungkin unsur karena tidak dapat saling bergabung membentuk satu zat lain. Botle mengatakan bahwa unsur adalah zat yang sudah tidak dapat diuraikan menjafdi zat yang lebih sederhana.
Pada tahun 1789, Lavoisier mengajukan sebuah daftar dari 33 unsur berdasarkan percobaan yamg ia teliti. Daftar unsur ini memeang tidak sepenuhnya benar karena memasukkan cahaya dan panas, serta zat yang kita kenal sebagai senyawa, yaitu alumina atau alumunium oksida dan silika atau pasir, sebagai unsur. Pada masa itu belum ada metode eksperimen untuk menguraikan alumina dan silika.
Temuan lain dari Lavoisier adalah twentang Hukum Kekekalan Massa
Kamatian Lavoisier
Lavoisier bekerja dan berkongsi denga perusahaan generale, perusahaan yang ditugaskan pemerintah untuk mengumpulkan pajak. Sebagaimana pemungut pajak pada umumnya Lavoisier bukan orang terkenal. Ia didakwa bersalah dan dihukum mati semasa revolusi Perancis. Lavoisier merupakan seorang kimiawan besar. Namun, hal itu baru dikatakan setelah kematiannya. Hanya doperlukan sesaat untuk memisahkan kepalanya, tetapi mungkin tyidak cukup atu abad untuk mendapatkan seorang kimiawan lain seperti dia.