Selasa, 03 Mei 2011

KIMIA & PENYELAM LAUT DALAM

Pada tahun 1916, Joel Hildebrand dari Universitas California di Berkeley, menemuakan bahwa kelarutan helium lebih kecil daripada gas lainnya dalam cairan apa saja. Berdasarkan penemuan tersebut, helium helium digunakan sebagai campuran oksigen untuk pernapasan peneyal alaut dalam, menggantikan campuran oksigen-nitrogen, seperti dalam udara. Jika penyelam menggunakan udara (mengandung sekitar 78% nitrogen dan 21 % oksigen), maka nitrogen akan larut dalam darah. Hal itu terjadi karena kelarutan gas dalam cairan berbanding lurus dengan tekanan. Sebagaiaman anda ketahui, tekana di kedalaman lebih besar daripada tekanan permukaan. Nah, ketika penyelam kembali ke permukaan, maka nitrogen yang tadi larut dalam darah akan keluar memnbentuk gelembung, irip seperti ketika botol coca cola dibuka. Hal ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa yamg dikenal dengan istilah bends ( membungkuk, karena penderita kaan membungkukkan badannya, karena kesakitan ). Bends dapat dicegah jika digunakan campuran helium-oksigen, karena helium kurang larut dalam darah. Selain itu, nitrigen pada tekanan tinggi akan memberikan efek narkosa, yang akan mempengaruhi penyela dalam mengambil keputusannya, sehingga sering terjadi kecelakan akibat kecerobohan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar