Selasa, 03 Mei 2011

TOXOPLASMA & kEMANDULAN

Banyak orang beranggapan hanya kucing yang menjadi sumber penularan penyakit Taxoplasma. Penyakit ini dapat menterang semua hewan termasuk burung, ikan, bahkanmanusia. Penyakit ini disebabakna oleh Taxoplasma gondi. Pada saat infeksi akut, parasit ini dapat ditemuklan bebas dalam berbagai jaringan dan cairan tubuh.
Taxoplasma bereproduksi dalam sel darah putih, jaringan parenkim, dan sel endotel dengan cara membelah diri, membentuk taxizoit, atau bergerombol dalam bentuk bradizoit. Selanjutnya, Taxoplasam membentuk kista. Dalam bentuk inilah parasit akan berdiam diri dalam jaringan saraf, mata, otot jantung, alat pencernaan, dan lain sebagainya.
Pada saluran pencernaan hewan kucing, Taxoplasma mampu bereproduksi secara aseksual dan seksual sehingga disebut inang definitif. Pada kotorasn kucing, Taxoplasma ditemukan dalam bentuk telur. Dalam waktu 48 jam, telur itu akna membelah menjadi sporozoit. Bentuk inilah yang berbahta bagi manusia atau hewan lain jika tetelan melalaui makana atau miniman yang tercemar. Taxoplasma dalam bentuk takizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma. Yakizoit ditularkan oleh serangga melaliu gigitan kemudian menetap pada sel telur dan kelenjar susu. Hal ini menyebabkan telur dan susu dapat tertul;ar Taxoplasam.
Infeksi oleh Taxoplasma tidak menunjukan gejala klinis secara nyata. Bila tubuh terinfeksi Taxoplasma, dapat menyebabkan keguguran, radang hati, radang otot jantung, atau jerusakan sistem saraf pusat. Gejalanya umum, seperti demam, nafsu makan menurun, atau sakit flu. Infeksi Taxoplasma dalam tubuh dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan antibodi.
Keadaan penderita Taxoplasma semakin buruk bila kondisi fisiknya lemah, kekebalan tubuh menutrun, kekurangan gizi, dan paad kondisi stress. Perempuan lebiih beresiko tertular infeksi ini karena setiap bulan mengalami menstruasi. Pada sat menstruasi, kondisi tubuh melemah dan kekebalan tubuh secara alami menurun secra drastis. Akibatnya adalah kesulitan memiliki keturunan, bayi yang dilahirkan memiliki cacat atau gangguan pada sisitem saraf pusat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar