Selasa, 03 Mei 2011

Bagaimana Mata Terbentuk

Sel-sel yang menbentum mata saat embrio berkembang dalam kandungan telah terprogram secara kimia agar menyusun bentuk bulat lonjong. Masing-masing sel sudah tahu ke mana harus bergerak untuk membentuk formasi dengan sel-sel lainnya dipadu dengan oleh protein tertentu.
“Kami kira organ tersebut mungkin terbentuk dari pergerakan sel-sel secara individual,” kata [eneliti utamanya Martin rembold dari Laboratorium Biologi Monokuler Eropa. Temuan yang berbeda dengan pendapat para ilmuwan yelah mengetahui bahwa mata dapat terbentuk dari sel-sel yang melaoisi bagian luar struktur yang berbentuk silinder. Sebelumnya, mereka meyakini bahwa sel-sel tersebut secara bersama-sama akan membelah ke arah tertentu sehingga terbentuk mata.
Namun, hasil pengamatan Rembold dan teman-temannya menunjukan bahwa sel-sel tersebut ternyata bergerak bebas dari pusat silinder ke kulitnya sehingga menbentuk organ penglihatan yang bulat lonjong itu. Mereka mungkin mengunakan protein yang dihasilkan setiap sel sebagai pemandunya.
Pengamatan ini diilhami penemeun Rembod pada tahun 2001 yang menunjukan bahwa pembentukan mata paada ikan jenis madaka hanya melibatkan sel-sek yang menghasilkan protein Rx3. menindaklanjuti hasil penelitian ini, ia melacak pergerakan sel saat berkembang di embrio dengan teknik pewarnaan sel.
Dengan bahan yang dapat berpendar, pergerakan sel dapat diamati dengan mikrodkop. Aktivitas ini diamati diamati dan direkam dengan kamera khusus setiap 2 menit dalam 10 jam. Hasilnya menunjukan bahwa setiap sel memang bergerak bebas saat membentuk formasi.
Dari gerakan sel-sel inilah, para peneliti dapat memperkirakan bahwa setiap sel akan melakukan pengecekan dengan jenis protein yang dibawa sel lainnya. Saat cocok mereka akan enempel, jika tidak akan menjauh. Jika protein tidak terbentuk, mata juga dipastikan tidak akan berkembang.
“Mungkin mekanisme ini akna berlaku universal,” ujar Rembold. Ia mengatakan, organ lainnya mungkin terbentuk dari prosesserupa, misalnya jantung. Meskioun demikian, penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme ini bekerja pada organ manusia lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar